Sabtu, 22 September 2018

JARAK TAK MENGHALANGI PENDIDIKAN



Aku di umur 7 tahun mulai masuk ke bangku sekolah dasar dimana sekolah ku tidak jauh dari rumah aku hanya berjalan kaki ke sekolah karena memang aku tinggal di salah satu permuahan di sekolah dasar itu, setiap pagi aku pasti datang paling awal untuk membersihkan ruang kelas. bukan karena rumahku dekat dari sekolah jadi aku harus bermalas malasan untuk ke sekolah meski itu dekat atau jauh disiplin sudah sifat yang sudah ditanamkan dari kedua orang tua saya dimana mereka memang berprofesi sebagai guru sifat disiplin bertanggung jawab sudah di tanamkan dari kecil. datang pertama di kelas memang sangat sering ku dapatkan tapi akupun pernah mendapatkan orang yang lebih awal datang dariku dia memang terkenal sangat rajin dan pintar meski rumahnya jauh tapi di selalu datang tepat waktu, tapi kondisi dimana jarak dari rumah ke sekolah yang dekat itu tidak lama karena orang tua harus pindah rumah di karenakan rumah yang kutempati sekarang sudah tidak layak di tunggali dan juga kami sekeluarga sudah tidak enak untuk menumpang terus di perumahan sekolah. kami pindah di daerah dimana tempatnya sangat jauh dari sekolah. disinilah aku merasa tidak merasa terbebani meski  lokasi yang sangat jauh karena sifat disiplin ini dan kendaraanku hanya ada sepeda butut, yang biasa aku gunakan bersama dengan 2 saudara kandungku. aku kadang berboncengan dengan adek dan kakak berkendara sendiri. awal kami pindah di rumah kami yang baru orang tua kami sangat khawatir dengan kondisi kami yang harus pulang pergi rumah kesekolah dengan jarak yang bisa terbilang jauh meski itu menggunakan sepeda. disuatu hari dimana musim kemarau panjang datang saya dan kedua saudara saya berangkat pulang sekolah pas jam 12 siang dimana panasnya matahari sangat menyengat aku berpikir di dalam hati apakah kami sanggup sampai di rumah kami yang baru karena di lihat cuaca yang sangat panas. tapi perut kami sudah mulai lapar, rasa lapar ini pun yang membuat kami harus mengacuhkan panasnya matahrari. di perjalanan adek aku mulai terlihat sangat letih dan juga nampak sangat kelaparan saat itupun berpapasan di mana kami sudah beradah di tengah tengah pematang sawah yang dimana tidak ada tempat rindang. matahri panas langsung menyinari dan membakar kulit. saya juga kadang kadang harus mendorong sepede karena sudah tidak kuat lagi mengayuh sepeda. kakak dan adikku pun juga nampak sangat lelah. kami tidak bisa berhenti untuk beristirahat karena tidak ada tempat rindang tempat untuk berteduh dari  panasnya matahari. sesampainya di rumah dengan keringat yang membasahi baju sekolah dan juga bau matahari di tubuh. kami bertiga langsung mencari air dan juga tempat tidur untuk beristirahat. kenapa tidak makan?? karena kami harus menunggu orang tua kami pulang mengajar dan menunggunya untuk memasak. tidak lama orang tua kami pulang dan kami pun makan bersama tapi entah nafsu makan adek saya mulai terganggu. tidak lama dia mulai demam dan orang tua kami makin khawatir dengan kondisi tersebut maka dari itu tidak lama setelah pergantian semester kami pun di pindahkan ke sekolah yang jaraknya lebih dekat dari rumah. dan penantian kami selama satu semester yang melelahkan akhirnya berakhir. selamat tinggal panas matahari yang membakar kami dan selamat tinggal jarak yang jauh. MAKASIH SUDAH BACA.


Kamis, 28 Juni 2018

GUBUK KECIL


  Perumahan sederhana yang beberapa tahun saya tempati bersama dengan keluarga merupakan rumah tempat yang sangat berkesan bagi masa-masa kecil saya dan kedua saudara saya, disini saya banyak mengenal teman-teman sepermainan dan juga permainan yang belum pernah saya dapatkan di tempat awal kami tinggal. perumahan yang kami tempati bisa dikatakan sangat sederhan karena ukuran rumah yang terpantau kecil. tapi itu merupakan istana kami sekeluarga. tempat kami berlindung dari air hujan, teriknya matahari dan perlindungan hawa dingin malam.perumahan ini juga merupakan jadi saksi bisu lahirnya adik saya. dengan 1 ruang kamar dan 1 toilet menjadi saksi keseruan dan kebersamaan. 1 ranjang yang tempat kami berlima tidur dan 1 toilet yang biasa kami pergunakan 2 orang sekaligus. di sini juga saya dan kedua saudara saya menjadi sangat akrab karena kami disini mulai mencari-cari teman main akan tetapi masih baru jadi kami hanya bermain bersama di rumah ini. kami juga memiliki banyak peliharaan ayam di rumah ini. sampai-sampai ayam yang kami pelihara sudah bisa di konsumsi dan biasa digunakan di acara-acara. Rumah saya ini adalah perumahan sekolah dasar yang tidak terpakai jadi kami sekeluarga menetap disini, belum mampu beli rumah sendiri jadi kami menetap disini dan kemauan orang tua yang tidak mau merepotkan nenek dan kakek apabila harus tinggal di rumahnya yang bisa dibilang tidak terlalu besar. sepanjang masa kecilku terjadi di rumah ini, disini pula tempat lahir adik laki-laki aku. bisa dibilang rumah ini tempat dimana masa-masa kedua orang tua saya mulai bekerja keras demi keluarga kecilnya. mulai dari kami sekeluarga menjual es loli yang dijual Rp500 / 5 buah es loli dan juga menjual buah kedondong hasil dari kebun nenek. setiap malam setelah shalat isya kami sekeluarga harus disibuki dengan pembuatan es loli yang harus dijual esoknya. meski untungnya tidak besar tapi bisa membantu sedikit keadaan ekonomi rumah tangga. Bukan hanya menjual es kami harus berkebun, mulai dari menggarap kebun yang kosong kemudian di tanami tanaman coklat, Alhamdulillah setelah 2 tahun menggarap kami mendapatkan sedikit tambahan untuk biaya rumah tangga. kami sedikit demi sedikit membeli perabotan rumah tangga yang sederhana. aku pasti selalu ingat dengan GUBUK KECILKU INI tempat dimana kami sekeluarga mulai bekerja keras dan menghabiskan masa masa kecil bersama saudara dan teman teman. Meski kau hanya gubuk kecil di mata orang tapi kau adalah istana yang sangat megah bagi keluarga kami. Home sweet home. karena tempat paling nyaman adalah rumah kita sendiri, Selalu syukuri apa yang kau punya karena dengan bersyukur kau pasti akan menikmati apa yang kau miliki saat ini. Selalu selingkan Doa di setiap kerja kerasmu dan selalu bersyukur. makasih

Rabu, 26 Juli 2017

KELUARGA KECILKU

   Saya selalu ingat masa dimana saya kecil yang selalu bahagia karena selalu adanya kedua orangtua dan kedua saudara yang sangat menyangi saya. saya yang sudah beranjak umur 2 tahun dimana orang tua harus di tempatkan untuk mengajar di luar provinsi, maka di umur itu juga saya harus pindah dari tempat tinggal saya yang dulu ke prov. Sulbar. Polmas. Kami sekeluarga tinggal di sebuah perumahan yang bisa di bilang cukup. saya dan kakak saya merasakan pengalaman di saat kecil di tempat ini (btw adik aku belum lahir). saya masih ingat arah rumah kami pas mengarah ke laut lepas dan dimana para nelayan menyandarkan perahunya di air pasang. saya dan kakak saya tidak lama di tempat ini. setelah mendengar bahwa ibu saya akan dipindahkan lagi ke daerah Sulsel. kami terpaksa ikut ibu ke Soppeng. dan Bapak saya masih tetap tinggal mengajar di Sulbar. Jadi saya dan saudara saya pernah merasakan ketidakhadiran seorang bapak waktu kecil. bapak saya akan datang mengunjungki kami setiap hari sabtu dan minggu. bapak saya harus menempu jarak yang sangat jauh untuk bertemu dengan keluarga yang di cintainya, mungkin karena tidak tahan lagi pulang pergi lintas provinsi dan merasa tidak nyaman karena ketidakhadiran kami bertiga dan ibu saya, bapakpun memutuskan untuk pindah juga di daerah soppeng untuk mengajar. disinilah awal dimana kami sekeluarga berjuang. Kami sekeluarga tinggal di perumahan yang tidak jauh dari SD. disinilah tempat dimana adik saya lahir dan dimana saya dan kedua saudara saya kecil. meski di perumahan yang kecil kami selalu bahagia karena kami selalu tetap bersama. mengalami suka duka bersama. tertawa dan sedih bersama. saya dan kedua saudara saya dari kecil sudah di didik untuk menjadi anak yang disiplin dan juga bertanggung jawab. ingat masa dimana kita kumpul bersama, saat saya dan kedua saudara saya umur balita. kami menunggu dan bergantian untuk susu ke ibu. yahh umur kami tidak terlampau jauh. Ingat perjuangan kedua orang tua yang selalu memberikan pelajran,nasehat dan motivasi agar kami jadi anak yang pandai. Saya tidak akan pernah lupa atas apa semua yang keluarga berikan kepada saya. dari kasih sayang, amanat,dorongan,dan motivasi untuk saya. terimakasih Tuhan karena kau telah memberiku kelurga kecil yang sangat berarti untuk saya, Love you Ibu, Bapak, dan kalian kedua saudaraku yang selalu setia menemaniku sampai sekarang. kemanapun kalian pergi ingatlah untuk pulang ke orangtua mu.

MITOS TERLAHIR BERSARUNG

 

   Keadaan langka seperti saya yang terlahir bersarung atau dengan masih di selaputi oleh selaput ketuban ternyata merupakan bisa dikatakan ajaib karena kelahiran seperti ini terjadi per-80.000 kelahiran. Dengan banyaknya jumlah penduduk, kelahiran seperti ini sudah banyak terjadi.setelah saya umur 16 tahun saya banyak medengar mitos mitos tentang keadaan terlahir bersarung ini kelahiran ini dipandang sebagai keajaiban, selain sakit yang akan menderanya, anak yang lahir ajaib ini juga dipandang punya keajaiban yang cenderung ke mistis. Dan ajaibnya, pandangan ini masih bertahan sampai sekarang. adapun mitosnya seperti berikut:

1.   Sebagai besar warga dari berbagai daerah Kalsel, Kalteng, dan Kaltim yang ditemui mengaku pernah mendengar kalau bayi lahir bungkus (bakalubut) itu memiliki kekebalan yang dibawa sejak dalam kandungan.“Pendapat itu ada benarnya. Tetapi harus diikuti dengan syarat tertentu, yaitu yang memecah kalubut tersebut harus si ayah. Caranya sebelum kalubut digigit mulut dilapis dengan sirih,” ujar seorang supranaturalis.Sisa kalubut tadi kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Kemudian disimpan rapi-rapi di dalam sebuah botol. Jika si anak sudah besar, dan dihadapkan pada keadaan darurat, semisal berkelahi, kalubut itu diserahkan untuk menutupi pusarnya. Usahakan jangan sampai pisah dari si anak, fungsinya hampir sama dengan babatsal. Sehingga walau dibacok dengan senjata tajam, ia tidak akan mempan. Menurut istilah orang bahari taguh karung-karung
2.   Dalam dunia pewayangan, Bima (Werkudara) lahir bungkus. Kita kenal lakon: Bima Bungkus. 
3.   Menurut kepustakaan “Pakem Ruwatan Murwa Kala” Javanologi gabungan dari beberapa sumber, antara lain dari Serat Centhini (Sri Paku Buwana V), bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang “Sukerta” ada 60 macam penyebab malapetaka diantaranya adalah Anak Bungkus, yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi (placenta) .

Setelah saya mengetahui hal tersebut saya beranggapan bahwa kemungkinan hal itu benar terjadi namun saya hanya menerima dan bersyukur apa yang Tuhan berikan kepada saya. dan saya tidak sampai disitu saya pun mencari fakta-fakta ilmiah dari fenomena kelahiran ini, seperti yang di bawah ini :

  Kantung ketuban adalah kantung yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Kantung ini berisi bayi, plasenta dan cairan ketuban.
Menurut istilah kedokteran, kelahiran seperti ini disebut en caul atau terselubung. 
Dr Tsigiris adalah dokter kandungan yang berpraktik di Marousi, bagian timur laut pinggiran kota Athena. Dia mengatakan bahwa kelahiran seperti ini amat jarang dijumpai dan lebih sering ditemui pada bayi yang dilahirkan prematur. 
Diperkirakan, tak sampai 1 dari 80.000 bayi dilahirkan secara en caul.

Menurut sebuah penelitian di tahun 2010, kelahiran en caul diduga membantu melindungi bayi prematur yang masih rapuh dari tekanan di dalam rahim. 
Sebagai orang yang membantu persalinan bayi tersebut, dr Tsigiris menyatakan kagum saat melihat bayi yang masih terbungkus kantung ketuban.
Walau dilahirkan dalam gelembung berisi cairan, keselamatan bayi tak akan terancam karena sejak dalam kandungan bayi juga mengalami hal yang sama.
 Dr Tsigiris mengatakan, bayi tersebut tidak berisiko tenggelam karena plasenta terus memberi makan nutrisi dan oksigen lewat tali pusat.


hmmm. saya tidak pernah membanggakan tentang fenomena kelahiran saya ini saya hanya merasa kagum bahwa saya adalah salah satu dari 80.000 bayi yang lahir. dan kepercayaan mitos terrgantung dari diri kita sendiri mau percaya atau tidak. yang kita percaya atau tidak tergantung diri kita masing2 jadi jadilah orang baik dan selalu bernmafaat bagi orang banyak.

PROLOG


   


 Assalmualaikum wr wb.  Perkenalkan Nama saya Adriyansah amri saya lahir tanggal 11 Januari 1999 ,Senin tepatnya di Batusitanduk salah satu daerah di Kec. Walenrang Kab. Luwu ,Prov Sulawesi Selatan , Indonesia. saya anak kedua dari tiga bersaudara, terlahir dari pasangan suami istri yaitu bapak Amri middin dan Ibu Samsiah.saya sekarang di tahun 2017 ini saya sudah beumur 18 tahun. Kebanyakan orang memanggil saya Anca. 

JARAK TAK MENGHALANGI PENDIDIKAN

Aku di umur 7 tahun mulai masuk ke bangku sekolah dasar dimana sekolah ku tidak jauh dari rumah aku hanya berjalan kaki ke sekolah karena...