Aku di umur 7 tahun mulai masuk ke bangku sekolah dasar dimana sekolah ku tidak jauh dari rumah aku hanya berjalan kaki ke sekolah karena memang aku tinggal di salah satu permuahan di sekolah dasar itu, setiap pagi aku pasti datang paling awal untuk membersihkan ruang kelas. bukan karena rumahku dekat dari sekolah jadi aku harus bermalas malasan untuk ke sekolah meski itu dekat atau jauh disiplin sudah sifat yang sudah ditanamkan dari kedua orang tua saya dimana mereka memang berprofesi sebagai guru sifat disiplin bertanggung jawab sudah di tanamkan dari kecil. datang pertama di kelas memang sangat sering ku dapatkan tapi akupun pernah mendapatkan orang yang lebih awal datang dariku dia memang terkenal sangat rajin dan pintar meski rumahnya jauh tapi di selalu datang tepat waktu, tapi kondisi dimana jarak dari rumah ke sekolah yang dekat itu tidak lama karena orang tua harus pindah rumah di karenakan rumah yang kutempati sekarang sudah tidak layak di tunggali dan juga kami sekeluarga sudah tidak enak untuk menumpang terus di perumahan sekolah. kami pindah di daerah dimana tempatnya sangat jauh dari sekolah. disinilah aku merasa tidak merasa terbebani meski lokasi yang sangat jauh karena sifat disiplin ini dan kendaraanku hanya ada sepeda butut, yang biasa aku gunakan bersama dengan 2 saudara kandungku. aku kadang berboncengan dengan adek dan kakak berkendara sendiri. awal kami pindah di rumah kami yang baru orang tua kami sangat khawatir dengan kondisi kami yang harus pulang pergi rumah kesekolah dengan jarak yang bisa terbilang jauh meski itu menggunakan sepeda. disuatu hari dimana musim kemarau panjang datang saya dan kedua saudara saya berangkat pulang sekolah pas jam 12 siang dimana panasnya matahari sangat menyengat aku berpikir di dalam hati apakah kami sanggup sampai di rumah kami yang baru karena di lihat cuaca yang sangat panas. tapi perut kami sudah mulai lapar, rasa lapar ini pun yang membuat kami harus mengacuhkan panasnya matahrari. di perjalanan adek aku mulai terlihat sangat letih dan juga nampak sangat kelaparan saat itupun berpapasan di mana kami sudah beradah di tengah tengah pematang sawah yang dimana tidak ada tempat rindang. matahri panas langsung menyinari dan membakar kulit. saya juga kadang kadang harus mendorong sepede karena sudah tidak kuat lagi mengayuh sepeda. kakak dan adikku pun juga nampak sangat lelah. kami tidak bisa berhenti untuk beristirahat karena tidak ada tempat rindang tempat untuk berteduh dari panasnya matahari. sesampainya di rumah dengan keringat yang membasahi baju sekolah dan juga bau matahari di tubuh. kami bertiga langsung mencari air dan juga tempat tidur untuk beristirahat. kenapa tidak makan?? karena kami harus menunggu orang tua kami pulang mengajar dan menunggunya untuk memasak. tidak lama orang tua kami pulang dan kami pun makan bersama tapi entah nafsu makan adek saya mulai terganggu. tidak lama dia mulai demam dan orang tua kami makin khawatir dengan kondisi tersebut maka dari itu tidak lama setelah pergantian semester kami pun di pindahkan ke sekolah yang jaraknya lebih dekat dari rumah. dan penantian kami selama satu semester yang melelahkan akhirnya berakhir. selamat tinggal panas matahari yang membakar kami dan selamat tinggal jarak yang jauh. MAKASIH SUDAH BACA.



